Beranda > Uncategorized > Analisis Wacana, Sebuah Metode

Analisis Wacana, Sebuah Metode

TUGAS METODE PENELITIAN SOSIAL

Analisis Wacana

Oleh :

Nunung Dwi Nugroho (09/288952/SP/23807)

JURUSAN POLITIK DAN PEMERINTAHAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2010

Banyak cara yang dapat dilakukan dalam penelitian suatu masalah sosial, dan analisis wacana adalah salah satu metode yang dapat dilakukan. Analisis wacana adalah alternatif terhadap kebuntuan-kebuntuan dalam analisis media yang selama ini lebih didominasi oleh analisis isi konvensional dengan paradigma positif atau konstruktivisnya[1]. Analisis Wacana akan memungkinkan untuk memperlihatkan motivasi yang tersembunyi di belakang sebuah teks atau di belakang pilihan metode penelitian tertentu untuk menafsirkan teks. Sedangkan pengertian wacana sendiri adalah cara tertentu untuk membicarakan dan memahami dunia (atau aspek dunia) ini2. Analisis Wacana Kritis itu tidak lebih dari dekonstruktif membaca dan menafsirkan masalah atau teks (sambil tetap ingat bahwa teori-teori postmodern memahami setiap penafsiran realitas, karena itu, realitas itu sendiri sebagai teks. Setiap teks dikondisikan dalam suatu wacana, sehingga disebut Discourse Analysis3.

Fokus dari analisis wacana adalah setiap bentuk tertulis atau bahasa lisan, seperti percakapan atau artikel koran. Topik utama yang menjadi pokok dalam analisis wacana adalah struktur sosial yang mendasarinya, yang dapat diasumsikan atau dimainkan dalam percakapan atau teks. Ini menyangkut alat dan strategi yang dipakai orang ketika terlibat dalam komunikasi, seperti memperlambat suatu pidato untuk penekanan, penggunaan metafora, pilihan kata-kata tertentu untuk menampilkan mempengaruhi, dan sebagainya4.

Kelemahan analisis wacana5:

Sebagai suatu metode yang digunakan dalam meneliti masalah-masalah sosial, analisis wacana juga mempunyai beberapa kelemahan, antara lain :

1.      Pada saat menganalisis suatu wacana, sangat diperlukan kecerdasan dan keterampilan yang tinggi agar dapat memahami maksud dari pembuat wacana tersebut. Kita harus dapat mencerna makna dari masing-masing kata dan kalimat dari wacana tersebut sehingga pada akhirnya kita dapat memahami maksud atau  isi dari wacana tersebut.

2.      Dalam menafsirkan suatu wacana tidak hanya dipertemukan pada masalah kebahasaan, tetapi juga dihadapkan pada problematika sosial, sehingga dalam memahaminya kita agak menemui kesulitan.

3.      Pemaknaan semakin rumit karena sebagai bagian dari metode penelitian sosial dengan pendekatan kualitatif, analisisis wacana ini juga memakai paradigma penelitian. Dengan demikian proses penelitiannya tidak hanya berusaha memahami makna yang terdapat dalam sebuah naskah, melainkan seringkali menggali apa yang terdapat di balik naskah menurut paradigma penelitian yang dipergunakan

4.      Perlu menguasai teori politik, karena Discourse Analysis lebih banyak mengambil wacana politik dalam penelitiannya.

5.      Dalam penelitian dengan analisis wacana, kita cenderung harus lebih cermat dan amat teliti dalam memperhatikan semua aspek sekecil apapun itu.

6.      Analisis Wacana tidak memberikan jawaban yang pasti, tetapi akan menghasilkan wawasan atau pengetahuan yang didasarkan pada perdebatan dan argumentasi terus-menerus.

 

Kelebihan analisis wacana6 :

  1. Analisis wacana dapat diterapkan pada setiap situasi dan setiap subjek.
  2. Perspektif  baru yang disediakan oleh analisis wacana memungkinkan pertumbuhan pribadi tingkat tinggi pemenuhan kreatif dan dapat membimbing seseorang untuk dapat berfikir kritis.
  3. Data yang ada dapat direkonstruksi untuk mengembangkan kerangka yang sudah ada sebelumnya.
  4. Tidak ada teknologi atau dana yang diperlukan tetapi analisis wacana dapat mengakibatkan perubahan mendasar dalam praktek-praktek lembaga, profesi, dan masyarakat secara keseluruhan.

Instrumen Penelitian Analisis Wacana:

  1. Kuisioner. Pada kuisioner dilakukan untuk menggali dan membandingkan data atau informasi yang diperoleh untuk digunakan sebagai bahan penelitian.

____________________

6http://www.ischool.utexas.edu/~palmquis/courses/discourse.htm

 

2.      Wawancara. Wawancara ini dilakukan untuk mendapatkan data langsung dari narasumber untuk memperjelas data yang dibutuhkan.

Ide-ide utama dalam Discourse Analysis7:

–          Bahasa bukanlah refleksi realitas yang telah ada sebelumnya.

–          Bahasa terstruktur dalam pola-pola atau wacana-wacana. Tidak hanya ada satu system umum makna sebagaimana yang telah dikemukakan oleh strukturalis Saussureans namun terdapat serangkaian system atau wacana, tempat makna-makna bisa berubah dari wacana satu ke wacana lain.

–          Pola-pola kewacanaan itu dipertahankan dan ditransformasikan dalam praktik-praktik kewacanaan.

–          Oleh karena itu pemeliharaan dan transformasi pola-pola tersebut hendaknya dieksplorasi melalui analisis konteks-konteks khusus tempat bertindaknya bahasa.

Teknik Melakukan Analisis Wacana8

Dalam pelaksanaannya, analisis wacana untuk ilmu komunikasi ditempatkan sebagai bagian dari metode penelitian sosial dengan pendekatan kualitatif. Sebagaimana dimaklumi dalam penelitian sosial, setiap permasalahan penelitian selalu ditinjau dari perspektif teori sosial (dalam hal ini teori-teori komunikasi). Analisis wacana sebagai metode penelitian sosial tidak hanya mempersoalkan bahasa (wacana) melainkan pula dikaitkan dengan problematika sosial.

Lebih dari itu, sebagai bagian dari metode penelitian sosial dengan pendekatan kualitatif, analisisis wacana ini juga mamakai paradigma penelitian. Dengan demikian proses penelitiannya tidak hanya berusaha memahami makna yang teradapat dalam sebuah naskah, melainkan acapkali menggali apa yang terdapat di balik naskah menurut paradigma penelitian yang dipergunakan. Walhasil, proses pelaksanaan analisis wacana untuk ilmu komunikasi  dapat digambarkan dengan gambar dibawah.

 

__________________________

7 Eriyanto, 2001, Analisa Wacana: Pengantar Analisis Teks Media, LKIS

8 Ibnu Hamad. Jurnal Perkembangan Analisis Wacana Dalam Ilmu Komunikasi, Sebuah Telaah Ringkas. Tahun Terbit dan Penerbit Tidak Diketahui

Dari gambar tersebut, aplikasi analisis wacana dimulai dengan pemilihan naskah (text, talk, act, and artifact) dalam suatu bidang masalah sosial, misalnya naskah (:berita) tentang politik. Selanjutnya kita memilih tiga perangkat analisis wacana yang saling berkaita: perpektif teori, paradigma penelitian, dan metode analisis wacana itu sendiri. Dari penerapan ketiga perangkat tadi secara simultan terhadap naskah yang dipilih akan diperoleh hasil penelitian analisis wacana.

Untuk perspektif teori, dalam  analisis wacana sebagai metode penelitian sosial lazimnya memakai dua jenis teori: teori substantif dan teori wacana. Teori substantif di sini adalah teori tertentu yang sesuai dengan tema penelitian, misalnya teori politik, teori kekuasaan, teori gender, teori ekonomi-politik, teori ideologi, dan sebagainya. Teori subtanstif diperlukan untuk menjelaskan bidang permasalahan penelitian analisis wacana dari perpektif teori yang bersangkutan.

Gambar Proses analisis wacana sebagai metode penelitian sosial

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun teori wacana diperlukan untuk membantu menganalisis naskah yang menjadi obyek kajian analisis wacana. Teori wacana mana yang dipakai tergantung pada metode analisis naskah yang dipakai. Jika pada analisis naskah dipakai metode semiotika, misalnya maka dipakailah teori semiotika; bila digunakan framing sebagai metode analisis naskah, maka kita gunakan teori framing sebagai teori wacana. Pun demikian, jika kita menerapkan CDA hendaknya kita paparkan teori CDA dalam pendekatan teori wacana.

Sebagai bagian dari penelitian kualitatif, analisis wacana mengenal lima  paradigma penelitian: positivis, post positivus, konstruktif, kritis, dan partisipatoris dimana setiap  paradigma memiliki karakteristik dan tuntutan yang berbeda-beda dalam proses dan jenis data yang mesti dikumpulkan (Denzin and and Lincoln, 2005). Dalam banyak hal, pemilihan paradigma ini sangat terkait dengan tujuan analisis wacana yang dirumuskan peneliti.

Keabsahan Analisis Wacana dan Pemanfaatan Hasil Analisis9

Obyektivitas hasil penelitian analisis wacana terletak pada konsistensi si peneliti mengaplikasikan suatu pendekatan teori, paradigma penelitian dan jenis riset serta metode analisis wacana. Selama ia mengacu sekuat tenaga pada peralatan riset tersebut dalam rangka menjawab permasalah dan membuktikan tujuan penelitian, maka hasil risetnya dapat dikatakan sudah obyektif. Oleh karena itu hindarilah opini pribadi dan selalulah memakai kriteria kualitas paradigma penelitian dan karakter metode analisis wacana yang dipakai sebelum, selama, dan sesudah penelitian dilakukan. Upaya untuk senantiasa konsisten dengan kriteria kualitas paradigma penelitian ini pada gilirannya bagian dari usaha peneliti menjaga validitas hasil penelitian analisis wacana sesuai paradigma masing-masing.

Analisis wacana hanya berupaya menerangkan kandungan isi naskah dan jika perlu beserta konteks atau hitorisnya tentang sebuah tema/isu yang dimuat dalam naskah tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian analisis wacana bersifat ideografis.

Analisis wacana mampu memberikan kemanfaatan yang tak sedikit kepada perubahan sosial termasuk di dalamnya saling pemahaman dalam hubungan antar bangsa. Di samping signifikansi sosial tersebut, penggunaan analisis wacana setidak-tidaknya menyadarkan para penafsir naskah untuk lebih bertanggung jawab atas “bacaan” yang dilakukannya, tidak semata-mata didasarkan atas pendapat pribadi melainkan dipandu oleh prinsip-prinsip methodologi penelitian secara konsisten dan bertanggung jawab.

 

___________________

9 Ibnu Hamad, Jurnal Perkembangan Analisis Wacana Dalam Ilmu Komunikasi, Sebuah Telaah Ringkas. Tahun Terbit dan Penerbit Tidak Diketahui

 

Sumber :

Eriyanto. 2001. Analisis Wacana : Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKIS

http://74.125.153.132/search?q=cache:jt0p9nDH0cEJ:ccm.um.edu.my/umweb/fsss/images/persidangan/Kertas%2520Kerja/Dr.%2520Ibnu%2520Hamad.doc+ibnu+hamad+Teknik+Melakukan+Analisis+Wacana&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a; didownload pada 3/17/2010 10:08:35 PM

Jorgansen, Marianne W. 2007. Analisis Wacana : Teori dan Metode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

http://www.eamonfulcher.com/discourse_analysis.html didownload pada 3/15/2010 22:48

 

http://www.ischool.utexas.edu/~palmquis/courses/discourse.htm didownload pada 3/15/2010  23:06

 

Hamad, Ibnu. 2004. Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa: Sebuah Studi Critical Discourse Analysis terhadap Berita-berita Politik. Jakarta : Granit

___________. Jurnal Perkembangan Analisis Wacana Dalam Ilmu Komunikasi, Sebuah Telaah Ringkas. Tahun Terbit dan Penerbit Tidak Diketahui

 

Kategori:Uncategorized
  1. Mei 3, 2013 pukul 5:28 am

    Always ensure you choose a method that is proven to remove skin tags without causing
    adverse effects and scarring. Individuals who have suffered with
    acne look forward to the day when they can look in the mirror and see skin that is pimple and blemish-free.
    The essence of natural mole removal is the use of herb and folk
    remedies.

  2. Mei 9, 2013 pukul 7:37 am

    Hi there! I just wanted to ask if you ever have any
    issues with hackers? My last blog (wordpress) was hacked and
    I ended up losing many months of hard work due to no data backup.
    Do you have any solutions to prevent hackers?

  3. Mei 27, 2013 pukul 6:56 am

    power plate cellulite reduction

  4. Juni 13, 2013 pukul 8:09 pm

    whoah this weblog is magnificent i really like reading
    your articles. Keep up the great work! You understand, lots of
    individuals are searching round for this information, you
    can aid them greatly.

  5. Sam
    Juli 16, 2013 pukul 1:37 am

    I do not even know how I ended up here, but I thought this
    post was good. I don’t know who you are but certainly you’re going to a famous blogger if you aren’t already😉 Cheers!

  6. Agustus 1, 2013 pukul 12:25 pm

    Hello, i read your blog occasionally and i own a similar
    one and i was just wondering if you get a lot of spam responses?

    If so how do you prevent it, any plugin or anything you can
    advise? I get so much lately it’s driving me insane so any support is very much appreciated.

  7. Agustus 2, 2013 pukul 4:48 am

    Having read this I believed it was very informative.
    I appreciate you finding the time and energy to put this content together.
    I once again find myself spending a significant amount of time both reading and posting comments.
    But so what, it was still worth it!

  8. Agustus 7, 2013 pukul 4:06 pm

    Every weekend i used to go to see this web page, as i wish for enjoyment, for the reason that this this website
    conations really good funny stuff too.

  9. Agustus 8, 2013 pukul 7:27 am

    Hmm it seems like your blog ate my first comment (it was extremely long) so I guess I’ll just sum it up what I had written and say, I’m thoroughly enjoying your blog.

    I as well am an aspiring blog writer but
    I’m still new to everything. Do you have any recommendations for rookie blog writers? I’d certainly
    appreciate it.

  10. Agustus 10, 2013 pukul 2:04 pm

    Yes! Finally something about More Information.

  11. Agustus 14, 2013 pukul 1:32 pm

    Magnificent site. A lot of useful info here. I am sending it to
    several pals ans also sharing in delicious.
    And obviously, thank you for your effort!

  12. Desember 19, 2013 pukul 4:18 am

    I know this web page offers quality based posts annd additional
    data, is there any other site which provides these kiunds
    of things in quality?

  13. Maret 21, 2014 pukul 12:56 pm

    First of all I want to say excellent blog! I had a quick question in which I’d like to ask if you do not mind.

    I was interested to find out how you center yourself and clear your mind prior to writing.
    I have had a difficult time clearing my thoughts in getting my ideas out there.
    I truly do take pleasure in writing but it just seems like the first 10 to
    15 minutes are usually lost just trying to figure out how to begin.
    Any ideas or hints? Kudos!

  14. Maret 21, 2014 pukul 1:02 pm

    For hottest news you have to pay a visit web and on world-wide-web I found this web
    site as a most excellent web site for hottest updates.

  15. Maret 21, 2014 pukul 1:10 pm

    Currently it sounds like Drupal is the preferred blogging
    platform out there right now. (from what I’ve read) Is
    that what you’re using on your blog?

  16. Maret 21, 2014 pukul 1:16 pm

    I know this if off topic but I’m looking into starting my own weblog and was wondering what all is required to
    get set up? I’m assuming having a blog like
    yours would cost a pretty penny? I’m not very web savvy so I’m not 100% sure.
    Any suggestions or advice would be greatly appreciated.
    Thank you

  17. September 30, 2014 pukul 11:07 am

    An important point to remember though is that Twitter is
    actually a social media site, so don’t go overboard with self promotion. Many of the people who you choose to follow, will return the compliment and follow you back and before you know it you will have built up a list of followers.
    Telling people or ‘broadcasting’ a message will not help you to market any product.

    * I promise you that you have never seen anything like this before in your life.

  18. Oktober 4, 2014 pukul 7:21 am

    In the NFL, players are subject to all the same injuries as NBA players, plus fractures, concussions and dislocations.
    You’re committing yourself to being ready,
    mentally and physically, to participate as a footballer in the football
    development academy. If you want to take it slow and focus only on a part of your body during strength training, that specific part should be your core.
    You need to maintain a positive attitude – All this goes without saying no matter if you’re a
    business owner, a top executive or an employee.

  19. Mei 3, 2016 pukul 5:42 am

    Instead, I loaned her our Freiling French Press.
    One could say it’s even custom throughout the country to have the beverage available in the summer available for guests, family
    parties, community events and some other summer events.
    Hi all.

  20. Agustus 29, 2016 pukul 6:08 am

    I don’t even know the way I finished up right here,butI believed this publish used
    to be great. I do not know who you’re but certainbly you’re goiing to a well-known blogger in case you aare not already.
    Cheers!

  21. Agustus 30, 2016 pukul 4:01 am

    With havin so much written content do you ever run into any
    problems of plagorism or copyright violation?
    My site has a lot of unique content I’ve either authored myself or outsourced
    but it looks like a lott of it is popping it up all over the web without
    my agreement. Do you know any ways to help stop content from being ripped off?
    I’d truly appreciate it.

  22. Agustus 30, 2016 pukul 4:08 am

    It’s amazing designed for me to have a website, which iss beneficia in ffavor of my experience.
    thanks admin

  23. November 17, 2016 pukul 7:10 pm

    Great post. I was checking constantly this
    weblog and I am inspired! Very helpful information particularly the remaining section🙂 I deal with such info a lot.
    I was seeking this certain information for a long time.
    Thank you and best of luck.

  1. November 28, 2012 pukul 4:25 pm
  2. Mei 9, 2016 pukul 4:49 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: