Beranda > Uncategorized > Penggunaan Pendekatan Pilihan Rasional dalam Menganalisis Pemilihan Jejaring Sosial Twitter Sebagai Media Sosial dan Komunikasi di Kalangan Mahasiswa Jurusan Politik Pemerintahan Universitas Gadjah Mada Angkatan 2009

Penggunaan Pendekatan Pilihan Rasional dalam Menganalisis Pemilihan Jejaring Sosial Twitter Sebagai Media Sosial dan Komunikasi di Kalangan Mahasiswa Jurusan Politik Pemerintahan Universitas Gadjah Mada Angkatan 2009

“Penggunaan Pendekatan Pilihan Rasional dalam Menganalisis Pemilihan Jejaring Sosial Twitter Sebagai Media Sosial dan Komunikasi di Kalangan Mahasiswa Jurusan Politik Pemerintahan Universitas Gadjah Mada Angkatan 2009”

 

Oleh :

Nunung Dwi Nugroho

(09/288952/SP/23807)

JURUSAN POLITIK DAN PEMERINTAHAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2011

A. Pendahuluan

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia, khususnya perkembangan internet sebagai sarana mempermudah akses informasi dan komunikasi yang menghubungkan setiap orang diberbagai belahan dunia, sangatlah pesat. Pengguna internet pun semakin meluas, tidak hanya kalangan atas yang bisa menggunakannya, kini seluruh lapisan masyarakat bisa mengaksesnya, seiring semakin mudahnya mengakses internet melalui laptop, bahkan perangkat telepon genggam. Biaya untuk mengaksesnya pun semakin murah, provider internet semakin gencar bersaing dalam menawarkan tarif yang lebih murah untuk para pelanggannya. Akses wi-fi (wireless fidelity) sangat mudah didapat bila kita berkunjung ke pusat-pusat keramaian, bahkan kampus dengan gratis. Warung-warung internet (warnet) pun semakin marak dengan biaya akses yang bisa dikatakan murah.

Dulu kita ingat betul bahwa internet hanya dimaknai sebatas untuk berkirim pesan elektronik (e-mail), browsing, dan chatting. Namun sekarang kita sudah sangat lumrah menjumpai istilah nge-blog, nge-twit, Facebook-an, upload video, update status, dan lain sebagainya. Ya, saat ini menurut penulis telah terjadi perubahan yang sangat drastis terhadap pemanfaatan media internet, kini internet juga menjadi media sosial, sharing, dan berhubungan dengan teman bagi para penggunanya. Dapat kita lihat, di kalangan mahasiswa sendiri, berapa banyak mahasiswa yang mempunyai account Facebook, Twitter, Friendster, my space, youtube, hi-five, yahoo koprol, formspring atau foursquare dibandingkan mereka yang tidak aktif di jejering sosial ini. Kini para penggunanya, terutama di kalangan mahasiswa malahan lebih banyak mengakses internet hanya untuk membuka situs-situs pertemanan tersebut dibandingkan dengan mencari informasi yang menunjang perkuliahannya. Keberadaan jejaring sosial membuat seseorang sangat betah berlama-lama didepan laptop sambil dimanjakan dengan berbagai fitur seperti bertukar dinding (wall) dan chatting pada Facebook, dan lain sebagainya.

Salah satu situs jejaring sosial yang perlu mendapat perhatian khusus adalah Twitter. Twitter adalah salah satu jejaring sosial yang sangat popular di Indonesia, dan di dunia. Setelah maraknya fenomena penggunaan Facebook, Twitter hadir dengan membawa format baru berupa micro-blogging. Dalam waktu yang tergolong singkat, Twitter sanggup memikat hati banyak pengguna internet, khususnya di kalangan para mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan Politik Pemerintahan UGM angkatan 2009. Pada tahun 2010, telah banyak mahasiswa jurusan Politik Pemerintahan UGM angkatan 2009 yang bergabung dan membuat account Twitter ini. Sebagian besar yang telah bergabung merasa sangat nyaman dengan situs micro-blogging ­ini. Banyak rekan-rekan dari penulis yang beralih dari situs jejaring sosialnya yang terdahulu (Facebook contohnya) ke Twitter. Lalu sebenarnya apa sajakah kelebihan yang ditawarkan Twitter sehingga mampu memikat dan mengubah pemikiran sebagian besar pengguna internet dikalangan mahasiswa jurusan politik dan pemerintahan UGM angkatan 2009 untuk menggunakan jejaring sosial Twitter ini dan meninggalkan jejaring sosial yang lama? Hal itulah yang mencoba penulis uraikan dalam kerangka berpikir rational choice dimana seluruh tindakan atau keputusan didasarkan pada suatu kalkulasi (untung/rugi) yang didasarkan pada informasi. Teori ini juga merupakan model penjelasan dari tindakan-tindakan manusia, dengan maksud memberikan analisa formal dari pengambilan keputusan rasional berdasarkan sejumlah kepercayaan dan tujuan, serta menggabungkan beberapa area teori ekonomi, teori kemungkinan, game theory dan teori public goods. Paradigma teori pilihan rasional menawarkan aspek umum dari mekanisme tersebut diantara fenomena sosial. Dengan mengasumsikan bahwa individu dalam keragaman latar belakang sosial dan membuat pilihan tindakan atau keputusan berdasarkan kepercayaan dan tujuan mereka, teori ini dimaksudkan untuk dapat menerangkan sejumlah penyelesaian masalah sosial sebagai efek keseluruhan dari pilihan tersebut. Adapun dasar-dasar dari teori ini berupa konsep utilitas, peluang dan aturan keputusan.[1] Dalam menganalisis, penulis menggunakan metode wawancara secara langsung kepada responden yaitu rekan penulis sesama mahasiswa jurusan Politik Pemerintahan angkatan 2009 yang menggunakan account Twitter untuk mencoba menjawab apa alasan yang digunakan oleh para mahasiswa jurusan politik pemerintahan angkatan 2009 dalam memilih Twitter sebagai media sosial dan komunikasi dengan menggunakan perspektif rational choice.

 

B. Twitter, a Micro-blog Outside but Macro-scope Inside

Social Network adalah suatu jejaring sosial yang berada di internet saat ini yang mempunyai cakupan dari sistem software yang memungkinkan pengguna dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna lain dalam skala yang besar, baik dalam negeri maupun luar negeri, yang mana dalam kamus dunia maya tidak ada batasan wilayah negara lagi. Social Network dijalankan oleh sebuah social software yang mempunyai karakteristik Open APIs, desain arsitektur yang berbasiskan service oriented (SOA), dan kemampuan untuk upload data maupun media.[2] Jaringan sosial internet merupakan salah satu media komunikasi yang dapat dijadikan sebagai media komunikasi sosial bagi masyarakat. Komunikasi sosial merupakan suatu kegiatan komunikasi yang lebih diarahkan pada pencapaian suatu integrasi sosial. Melalui komunikasi sosial terjadilah aktualisasi dari masalah-masalah yang dibahas. Selain itu kesadaran dan pengetahuan tentang materi yang dibahas semakin meluas dan bertambah. Komunikasi sosial adalah sekaligus suatu proses sosialisasi. Melalui komunikasi sosial dicapailah suatu stabilitas sosial, tertib sosial, penerusan nilai-nilai lama dan baru yang diagungkan dalam masyarakat. Malalui komunikasi sosial, kesadaran dapat dipupuk, dibina dan diperluas. Masalah-masalah sosial juga dapat dipecahkan melalui consensus.[3]

Twitter adalah salah satu dari social network yang banyak dinikmati oleh berbagai kalangan, baik tua, remaja, bahkan anak kecil. Konsep yang diusung Twitter adalah micro-blogging berupa menyebarkan informasi pesan secara singkat, padat, dan real-time, didalam sebuah kalimat yang berjumlah kurang dari 140 karakter kepada para pembacanya yang tersebar di seluruh penjuru dunia.  Pengguna Twitter dapat menyebarkan dan menuliskan pesannya dalam bermacam cara, bisa melalui situs resminya di http://www.twitter.com atau melalui beberapa aplikasi untuk browser di computer, seperti Twirl, Snitter, Twitterfox, Echofon, tweetMachine, dan lain sebagainya. Untuk pengguna Twitter yang sering bermobilisasi, ada pula Twitter via sms, Twitter via browser handphone melalui dabr, tuitwit, m.tweete.net, Twitter for Blackberry, uberTwitter bagi pengguna Blackberry, atau Twitter for Android bagi pengguna handphone bersistem operasi Android. Saat ini Twitter menempati urutan ke-17 dari 100 urutan website terbanyak diakses di Indonesia, masih dibawah Facebook yang menempati urutan pertama. [4]

Ide pembuatan media online Twitter adalah berawal dari pertanyaan sepele, “Apa yang anda lakukan saat ini?”. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan disebarluaskan oleh Twitter melalui fasilitas antar muka (dashboard) penggunanya. Twitter juga menyediakan aplikasi antarmuka tersebut tampil di website penggunanya. Twitter bisa digunakan sebagai sarana penyebar informasi kepada semua orang, baik yang dikenal ataupun tidak. Penyampaian pesan dalam Twitter umumnya tidak mengharapkan balasan/respon dari pengguna lainnya, namun hal ini lambat laun berganti menjadi situs “tanya-jawab” bagi penggunanya melalui sistem retweet (RT). Untuk urusan sosial, Twitter mampu memberikan informasi cepat mengenai keberadaan orang lain atau kegiatan apa yang sedang kita lakukan. Untuk urusan bisnis, Twitter bisa dijadikan alalt untuk mengumumkan kabar terbaru atau posting blog terbaru dari sebuah perusahaan bahkan bisa digunakan untuk berinteraksi dengan konsumen. Twitter saat ini juga memudahkan kolaborasi internal dan komunikasi dalam sebuah kelompok.[5]

Saat ini telah banyak kalangan yang menggunakan media Twitter sebagai akses komunikasinya dengan public atau artis kepada para penggemarnya. Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia misalnya, juga menggunakan Twitter sebagai sarana berkomunikasi dengan masyarakat, sehingga ada timbal balik apabila ada kebijakan dari beliau yang mengganjal dapat langsung di-share melalui account Twitternya di @tifsembiring. Ada pula Presiden United States of America (@barackobama), politisi Ulil Abshar Abdalla (@ulil), Yenny Wahid (@yennywahid), artis fenomenal kelahiran Kanada Justin Bieber (@justinbieber), artis serba bisa Agnes Monica (@agnezmo) dan banyak tokoh atau artis fenomenal lainnya yang mempunyai account aktif di Twitter. Sehingga tak ayal banyak tokoh tersebut kebanjiran followers (pengikut) dalam account Twitternya, bahkan sampai-sampai ada account yang sudah terlalu penuh akan pengikut yang menyebabkan susah diaksesnya account Twitter tersebut. Dari penjelasan diatas, tidak dapat dipungkiri, walau Twitter adalah sebagai situs yang hanya menawarkan 140 karakter, namun kini situs tersebut kini menjelma menjadi kekuatan besar yang dapat mengkoneksikan individu-individu secara langsung dibelahan dunia manapun. Twitter: micro-blog outside, macro-scope inside.

C. Twitter dan Mahasiswa Jurusan Politik dan Pemerintahan

Gaung penggunaan Facebook sebagai media komunikasi yang popular di dunia maya sepertinya sudah mencapai titik jenuhnya. Terlalu banyaknya “teman” di Facebook, lama kelamaan juga dapat mengganggu efektivitas dan kinerja Facebook yang sesungguhnya. Kadang kita sering menemui status-status tidak jelas yang entah darimana asalnya. Terlebih jika kita merasa diganggu dengan fenomena “alay” yang bisa diidentikkan dengan pengguna Facebook yang dianggap “kampungan” atau terkesan mengganggu pengguna Facebook lain dengan mengupdate status Facebooknya dengan frekuensi diatas normal, atau bisa dikatakan setiap menit mengupdate status dengan hal-hal yang “kurang” penting. Banyaknya iklan dalam Facebook juga dianggap mengganggu tampilan para penggunanya, karena acap kali iklan tersebut berporsi besar dan menutupi area berkirim pesan di Facebook. Rasa was-was juga acap kali timbul tatkala banyak kasus kriminalitas yang didasari dari penggunaan Facebook, baik itu penculikan, penipuan dan lain sebagainya. Banyaknya kerugian dan potensi kejenuhan yang dialami oleh sebagian besar pengguna Facebook di Indonesia ini membuat banyak Facebookers beralih ke Twitter, situs micro-blogging yang sedang marak di segala penjuru dunia ini.

Begitu pula dengan mahasiswa jurusan politik dan pemerintahan UGM angkatan 2009 yang merupakan rekan sekelas dan seangkatan penulis. Banyak rekan penulis yang meninggalkan account social networknya yang terdahulu karena merasa bosan dan jenuh dengan Facebook yang selama kurang lebih dua tahun menemani aktivitas dunia maya mereka. Tercatat, sudah ada 31 orang dari 72 orang (43%) angkatan 2009 yang memiliki account Twitter.[6] Diantara ke-31 orang tersebut yang sering online antara lain Lalu Rahadian (@lalurahadian), Jihan Fahlevi (@fhlvjihan), Devi Paramitha (@deviprmth), Intan Laras Savitri Maliza (@intanmaliza), Syarifah Rachmawati (@syaarach), Hilda Agustin Girsang (@hildagirsang), Wuri Puspitasari (@puspitwury), Frizca Roosdhiana Putri (@frizchaputri), dan penulis sendiri, Nunung Dwi Nugroho (@nunodwee).

Sebagian besar mengikuti trend dengan membuat jejaring sosial baru, yaitu Twitter. Banyak dari rekan penulis yang telah bergabung dan membuat account Twitter merasa nyaman dan tidak kehilangan privasi mereka seperti saat mereka menjadi Facebooker. Twitter dianggap lebih banyak membawa keuntungan bagi para mahasiswa daripada Facebook. Banyak alasan rasional lain yang menyebabkan rekan-rekan seangkatan penulis berubah haluan untuk menggunakan Twitter, antara lain adalah:

  • Simpel

Penggunaan Twitter dinilai lebih simple, karena tampilannya yang sederhana, hanya ada satu halaman utama yang menyajikan menu-menu utama dalam Twitter. Sangat berbeda dengan Facebook, Friendster, atau jejaring sosial lain yang terkesan lebih menyulitkan dalam berkirim pesan, karena harus melihat profil dari yang dituju terlebih dahulu. Selain itu, simple disini juga berarti pemakaian 140 karakter yang dinilai efektif dan efisien dalam berkirim pesan, tidak bertele-tele dan tepat sasaran. Status dan pesan kepada orang lain berada dalam satu kontrol. Bila tanpa mention maka otomatis menjadi “status”, apabila diberi mention (@username) maka otomatis menjadi pesan yang bisa dibaca oleh si penerima pesan.

Sisi simple Twitter yang lainnya adalah semua orang bisa menjadi pengikut (followers) kita otomatis, tanpa harus meminta konfirmasi dari kita, berbeda dengan Facebook yang disisi lain merugikan kita karena harus menunggu konfirmasi untuk menjadi teman. Dan saat pengkonfirmasian di Facebook tentu amat sangat repot, terlebih apabila ada permintaan teman yang jumlahnya ribuan, kita harus mengkonfirmasikannya satu-per-satu.

Tampilan yang simple tentu membuat biaya browsing melalui telepon genggam menjadi lebih murah, apalagi didukung dengan fitur tampilan foto yang diperkecil, yang berakibat pada rendahnya bandwitch pemakaian dan pulsa telepon genggam para mahasiswa. Berbeda dengan Facebook yang setiap membuka halamannya pasti menguras pulsa, apalagi jika fitur tampilan fotonya diaktifkan secara maksimal.

  • Mengikuti Trend

Tergabungnya para artis, politisi dan tokoh lain dalam Twitter tak pelak menimbulkan dorongan baru bagi para onliners untuk membuat account Twitter. Hal tersebut tidak lepas dari aura trendsetter yang ada pada diri para tokoh tersebut. Berbondong-bondong para penggemar membuat account Twitter untuk dapat mengetahui keseharian dan kegiatan dari sang idola. Factor trend juga dapat dipahami sebagai rasa ingin mengikuti hal-hal yang menjadi keseharian dari khalayak umum. Seseorang ingin memiliki account Twitter seperti kebanyakan temannya, agar tidak dianggap sebagai orang yang ketinggalan jaman. Saat ini juga marak kata-kata “eksis”, dimana seseorang baru dianggap eksistensinya jika memiliki banyak account di dunia maya atau social network dan sering online pada account tersebut. Disisi lain, kebosanan yang melanda sebagian Facebookers, membuat semakin jarang pengguna Facebook yang mengupdate statusnya, karena takut dikatakan terlalu eksis, berlebihan (lebay) atau sebutan negatif lainnya.

  • Mempermudah koneksi

Adanya Twitter pastilah akan mempermudah akses komunikasi, bertukar  informasi dan koneksi baik antar mahasiswa, maupun dari mahasiswa ke lingkup akademis lainnya. Tak jarang sering dijumpai adanya dosen Jurusan Politik Pemerintahan yang melakukan “kultwit” atau kuliah via Twitter. Sebut saja dosen kita, bapak Abdul Gaffar Karim, S.IP, MA., yang seringkali online pada account Twitternya dan mengkritisi masalah-masalah politik yang sedang hangat diperbincangkan di Twitter. Beliau juga kadang memberikan jawaban atau solusi bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan atau ada kebingungan mengenai kegiatan akademik melalui account Twitternya di @agkarim. Ada pula account @rafifimawan, milik Rafif Pamenang Imawan, S.IP., salah seorang asisten dosen di jurusan politik pemerintahan yang seringkali pula membantu mahasiswa jurusan politik pemerintahan angkatan 2009, khususnya bila ada kesulitan dalam mengerjakan tugas Metodologi Ilmu Politik (MIP).

Berkat adanya Twitter, akses komunikasi para mahasiswa jurusan politik pemerintahan angkatan 2009 juga semakin erat, melalui list yang disediakan dan di-manage oleh Lalu Rahadian. Didalam list tersebut, mahasiswa bisa bertukar informasi tentang perkuliahan, baik berupa penjelasan tugas, jadwal kuliah atau info-info tentang perkuliahan lainnya. Hal yang sulit didapat bila kita memakai jejaring lain semacam Facebook, dan lain sebagainya. Twit yang kita kirim tinggal diberi hashtag berupa tulisan  #JPP09, maka info tersebut dapat langsung bisa diakses oleh mahasiswa lain dengan meng-click hashtag tersebut.

Keunggulan lain Twitter adalah, kita dapat mengetahui info dengan cepat, kita bisa mem-follow accountaccount penyedia layanan berita seperti @detikcom (detik.com), @metro_TV (Metro TV), @tvonenews (TVOne Jakarta), @kompasdotcom (Kompas), @jogjaUpdate (info tentang kota Jogjakarta), @yogya_kuliner (info kuliner di Yogyakarta). Selain itu, info tentang perkuliahan dan akademik juga dapat diperoleh secara real-time, seperti @fisipolugm (account resmi akademik Fisipol UGM), @twitUGM (account resmi akademik UGM), @mahasiswabaru (info bagi para mahasiswa baru UGM), dan lain sebagainya. Inilah keunggulan Twitter daripada jejaring sosial lain. Apabila kita masih memakai Friendster, dapatkah kita memperoleh jutaan informasi secara cepat seperti ini? Sulit dibayangkan.

  • Adanya fitur Following dan Follower

Pengguna Twitter apabila ingin mengikuti update-an status seseorang, maka kita harus memfollownya. Dan apabila kita difollow oleh seseorang, kita tidak harus membalas dengan memfollow dia. Jadi timeline hanya berisi update­-an status orang yang kita pilih saja. Jika suatu saat kita tidak suka dengan status seseorang dan menganggap status tersebut hanya “sampah”, maka kita bisa meng-unfollow ­account tersebut agar status-statusnya tidak lagi muncul di timeline kita. Sangat berbeda dengan Facebook, dimana kita harus menjadi teman agar bisa berkirim pesan melalui wall yang ada, di Twitter kita sangat diuntungkan karena tidak perlu menjadi teman dan menunggu konfirmasi dari orang tersebut, hanya cukup follow untuk dapat mengetahui keseharian seseorang.

 

D. Kesimpulan

Pemilihan jejaring sosial Twitter sebagai media sosial dan komunikasi di kalangan mahasiswa Jurusan Politik Pemerintahan Universitas Gadjah Mada angkatan 2009 tentunya tidak bisa lepas dari berbagai alasan rasional yang melandasinya. Kesederhanaan yang dilukiskan dengan tampilan yang simpel dan kemudahan koneksi menjadi alasan utama pemakaian Twitter di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan Politik Pemerintahan UGM angkatan 2009 ini. Melalui Twitter, mereka menjadi lebih mudah untuk terhubung dengan rekan-rekan sekelas, guna berdiskusi masalah perkuliahan atau hal lainnya. Dengan mem-follow account-account yang bermanfaat, mereka bisa mendapat informasi secara real-time. Untuk masalah perkuliahan, hanya tinggal mem-follow account @fisipolugm dan @twitUGM, maka informasi tentang civitas akademika di lingkup Fisipol dan UGM berada di genggaman. Kerugian yang ditimbulkan akibat memakai jejaring sosial lain semacam Facebook atau Friendster yang sangat menyulitkan, terutama dalam akses pengiriman pesan dan privacy menjadi alasan utama mereka beralih ke Twitter. Banyaknya iklan dalam Facebook juga dianggap mengganggu tampilan para penggunanya, karena acap kali iklan tersebut berporsi besar dan menutupi area berkirim pesan di Facebook. Rasa was-was juga acap kali timbul tatkala banyak kasus kriminalitas yang didasari dari penggunaan Facebook, baik itu penculikan, penipuan dan lain sebagainya. Tampilan yang simple tentu membuat biaya browsing melalui telepon genggam menjadi lebih murah, apalagi didukung dengan fitur tampilan foto yang diperkecil, yang berakibat pada rendahnya bandwitch pemakaian dan pulsa telepon genggam para mahasiswa. Berbeda dengan Facebook yang setiap membuka halamannya pasti menguras pulsa, apalagi jika fitur tampilan fotonya diaktifkan secara maksimal. Banyaknya kerugian dan potensi kejenuhan yang dialami oleh sebagian besar pengguna Facebook dan jejaring sosial lainnya khususnya di kalangan mahasiswa jurusan Politik Pemerintahan UGM angkatan 2009 ini membuat banyak Facebookers dan pemilik account jejaring sosial lain beralih ke Twitter, situs micro-blogging yang sedang marak di segala penjuru dunia ini.

 

Daftar Pustaka:

F.C. Susila Adiyanta, Teori Pilihan Rasional: Alternatif Metode Penjelasan dan Pendekatan Penelitian Hukum Empiris.

Mayor CHB Mohamad Nazar, Pemanfaatan Jejaring Sosial sebagai Sarana Komunikasi Sosial (Komsos) TNI AD, via http://www.tandef.net/pemanfaatan-jejaring-sosial-sebagai-sarana-komunikasi-sosial-komsos-tni-ad.html didownload pada 1/1/2011 1:05:49 PM

http://uniksembarangan.blogspot.com/2010/12/inilah-alasan-mengapa-banyak-yang.html didownload pada 1/1/2011 2:55:06 PM

Hendra W. Saputro, Apa Sih Twitter Itu?, via http://www.baliorange.web.id/apa-Twitter didownload pada 1/1/2011 1:41:13 PM


[1] F.C. Susila Adiyanta, Teori Pilihan Rasional: Alternatif Metode Penjelasan dan Pendekatan Penelitian Hukum Empiris.

[2] Mayor CHB Mohamad Nazar, Pemanfaatan Jejaring Sosial sebagai Sarana Komunikasi Sosial (Komsos) TNI AD, via http://www.tandef.net/pemanfaatan-jejaring-sosial-sebagai-sarana-komunikasi-sosial-komsos-tni-ad.html didownload pada 1/1/2011 1:05:49 PM

[3] Ibid,.

[5] Hendra W. Saputro, Apa Sih Twitter Itu?, via http://www.baliorange.web.id/apa-Twitter didownload pada 1/1/2011 1:41:13 PM

[6] Diambil dari lists JPP 2009 di Twitter 1/1/2011 3:46:13 PM

Kategori:Uncategorized
  1. April 24, 2013 pukul 5:51 pm

    I think the admin of this web page is in fact working hard for his website,
    because here every information is quality based material.

  2. April 29, 2013 pukul 11:46 am

    Hey there, I found your site wordpress.com while browsing
    https://nunonugroz.wordpress.com/2011/01/25/analisis-rasional-pemilihan-twitter-jpp09ugm/.
    Just wondering, have you ever looked at incorporating extra content to your blog posts?
    It’s true, what you’re saying is valuable and such.

    However think about if you added some awesome graphics or
    video clips to give your posts just a little more “pop”.
    Your page content is superior, however if you were
    to incorporate more varied media, your page could definitely
    be one of the better in its category in contrast to other sites on .

  3. Januari 25, 2014 pukul 9:25 pm

    Like the Hercules action star, Steve Reeves, her career was shortened by a stunt injury.

    She has become famous since 2010 after joining several Venezuelan beauty contests, where she won the title of Miss Amazonas 2010 and Miss World
    Venezuela 2010 and was honored as a Venezuelan beauty queen.
    Martin Mc – Donagh’s script is a complicated stew, leaving the audience feeling empathetic, disgusted,
    saddened, and yet, entertained.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: